Cinta atau Infatuasi?

Ketika kita ngerasa sangat menggebu-gebu dengan perasaan kita, ada baiknya kalau jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa itu adalah cinta. Bisa aja itu hanya kegilaan sesaat . Sebab, ternyata ada bentuk lain yang mirip cinta, tapi bukan CINTA.

 Kita sering salah kaprah menyamakan semua sensasi dalam hati dengan kata cinta. Padahal ada salah satu istilah yang tepat untuknya yaitu INFATUASI. INFATUASI lebih merupakan sensasi mabuk kepayang seperti ekstasi atau sebuah bentuk kegilaan. Kita merasa melayang- layang oleh hembusan angin atau menikmati khayalan pikiran-pikiran kita sendiri. Hampir nggak ada lagi yang dipikirkan selain itu. Hidup kita tiba-tiba aja jadi hidupnya. Nggak cuma itu, kita bahkan selalu ingin menghabiskan setiap waktu bersamanya.

Soal INFATUASI nggak boleh dianggap remeh lo. Sebab Ann Landers, seorang konsultan mengenai masalah-masalah remaja Amerika pernah bilang:

CINTA atau INFATUASI?

  • INFATUASI begitu cepat merekah dan berkembang. Sementara CINTA selalu tumbuh, mengakar dan berkembang seiring waktu.
  • INFATUASI selalu didampingi oleh perasaan nggak aman, nggak yakin, nggak pasti. Kamu terdorong dan tertarik, tapi nggak benar-benar merasa bahagia. Kamu menderita ketika nggak mendapatkan kehadirannya di sisimu. Kamu nggak pernah bisa menunggu, menciptakan karakter baru dalam kamu. Terburu-buru.

  • CINTA dimulai dari sebuah perasaan: rasa aman. Kamu merasa hangat dengan kedekatan meskipun dia begitu jauh. Berkilo-kilo jarak nggak akan memisahkan kalian. Kamu memang menginginkan dia dekat denganmu. Tapi dekat atau jauh kamu yakin bahwa dia adalah milikmu dan kamu akan menunggu.

  • INFATUASI selalu berkata,”Kita harus segera menikah. Aku nggak ingin kehilangan kamu”. Sedangkan CINTA akan berkata,”Jangan terburu-buru dengan segala hal. Kita bisa merencanakan masa depan dengan bijaksana dan menyiapkan diri untuk itu”.

  • INFATUASI diiringi oleh perasaan ceria, bahagia yang luar biasa. Jika kamu jujur, kamu akan menemukan bahwa ternyata sangat sulit untuk saling membahagiakan kecuali semua berakhir dengan keintiman.

  • CINTA adalah tahap kematangan dari persahabatan. Kamu harus menjadi seorang sahabat sebelum menjadi yang dicintai. Sedangkan INFATUASI selalu merasa nggak percaya diri. Ketika dia nggak berada disisimu, kamu selalu berprasangka bahwa dia sedang berkecan dengan orang lain. Kadang-kadang kamu juga melalkukan tindakan yang menyebalkan: terlalu sering mengecek keberadaan dia.

  • CINTA berarti kepercayaan. Kamu mungkin terjatuh kedalam INFATUASI tapi kamu nggak akan pernah jatuh CINTA. INFATUASI mungkin akan membawamu melakukan tindakan yang akan membuatmu menyesal. CINTA akan selalu membimbingmu melakukan tindakan yang membuat semua orang bahagia.

  • CINTA mengangkatmu, meninggikanmu. CINTA membuatmu selalu berpikir untuk menjadi yang terbaik. CINTA mengubahmu menjadi orang yang lebih baik dari orang yang kemarin

Oh ya, untuk tambahan. Ini bukan tulisan saya sendiri. Barusan nemu di grup FB. hehe.
:p

@El_Ghofiqi

Jaga Niat

"Niat itu urusan hati. jaga niat berarti jaga hati. jaga hati berarti jaga pikiran, perkataan, dan perbuatan. dan jaga pikiran, perkataan , dan perbuatan itu ga mudah. tapi ga mudah bukan berarti ga bisa."

Repot kan? iya memang. jaga niat itu sulit. Soalnya, agar niat terjaga, hati kita juga harus terjaga. Jaga hati itu berarti gimana caranya hati kita bersih dari segala hal yang mengotorinya. Seperti berbuat maksiat, atau berkata yang tidak seharusnya, bahkan juga cuma berpikir yang enggak-enggak itu udah bisa bikin hati jadi kotor.

Untuk hati yang kotor, pasti susah buat jaga niat. Tapi ga perlu khawatir. Hati sekotor apapun bisa kok dibersihin. Caranya ya cuman 1, Tobat. Dan cara bertobat itu pada dasarnya macem-macem. Tapi intinya menyesal dengan apa yang telah diperbuat, dan janji gak bakal ngulangi lagi.

Insya allah. Setelah hati bersih , jaga niat juga gampang. :D
@El_Ghofiqi

Orang Cerdas

Kali ini aku mau share hasil rangkuman ku waktu khutbah jum'at tadi yang diisi oleh  Drs. H. M. Zaimuddin Wijaya As'ad, SU (Aka : Gus Yuem). Saat ini beliau menjabat sebagai bendahara umum di pondok pesantren darul 'ulum. Beliau juga menjadi pengasuh dari asrama 10 (Aka: Hurun 'In). Dan pada khutbah jum'at kali ini beliau membawakan tema tentang Orang cerdas yang takut mati.


Orang cerdas yang takut mati akan sedekah. kenapa? karena bersedekah itu tidak akan putus pahalanya selama itu bermanfaat bagi khalayak umum. Contohnya yaitu bersedekah dalam pembangungan masjid. Dan untuk bersedekah, berarti juga butuh materi kan? nah, jadi orang ini nantinya akan giat dalam bekerja semasa hidupnya karena dia tahu kalau bersedekah di jalan Allah itu pahalanya akan tetap mengalir. 

Orang cerdas yang takut mati akan memikirkan amalan apa yang akan mengalir ketika dia mati, yaitu ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat juga termasuk amalan yang tidak putus pahalanya karena ketika ilmu itu menguntungkan bagi khalayak umum dan masih dimanfaatkan, pahalanya juga masih tetap mengalir.

Orang cerdas yang takut mati akan memikirkan bagaimana anaknya bisa meringankan siksanya ketika dia mati, yaitu dengan cara menjadikan anaknya anak yang sholeh/sholehah yang bisa senantiasa mendoakan dirinya ketika dia sudah dipanggil olehNya. Ya salah satu usahanya dengan menaruh anak-anak mereka di pondok pesantren.


Adapun khutbah diatas juga tidak diomongkan tanpa dasar. Ini dia hadist nya.


عن أبي هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع يه أو ولد صالح يدعو له 

Artinya :

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW telah bersabda : "Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.'' (HR Muslim).



@El_Ghofiqi

Joki Menjoki saat Ujian Pondok

Ujian pondok bukanlah hal yang mudah, sekalipun bagi anak pondok. Kalo gampang, bukan ujian namanya. hehe. Ya, memang sulit. Tapi kalo belajar, ya jadi gampang sih. Namun, dibalik semua itu ada beberapa hal yang cukup unik yang layak untuk dishare. Dan yang menarik, fenomena ini hanya terjadi di ujian pondok saja. Salah satu dari hal-hal menarik itu ialah Joki-Menjoki. Tau kan apa itu joki? Intinya yang dites bukan orang yang sebenarnya. Misalnya gini, si A mau ujian baca kitab. Berhubung si A kurang mahir dalam hal itu, dia minta tolong ke si B buat 'nyamar' jadi dia, alias gantiin dia buat baca kitab. Oh ya, perlu di ketahui. Ujian pondok itu pengawasnya dari sekolah lain. Jadi kemungkinan ketahuan dalam Joki-Menjoki itu tipis. Sebenernya itu bukan hal yang diperbolehkan sih. Tapi ya mau gimana lagi. Kepepet sih. haha. Tapi aku enggak loh ya. Malah tadi dimintain tolong buat Joki-in anak. haha. Padahal aku ya cuman bisa sekedarnya aja sih.

Joki-Menjoki juga gak menguntungkan satu pihak saja. Melainkan, merupakan simbiosis yang menguntungkan kedua belah pihak. Dari sisi yang minta diJokiin, udah jelas kan. Dia ga perlu repot-repot nyiapin buat ujiannya. Tinggal nunggu hasil yang udah pasti bakal memuaskan. Kalo dari sisi yang diminta Jokiin : pertama, dia bisa lebih siap ketika giliran dia ujian tiba. kedua, apa yang dia pelajari jadi lebih mantab dan lebih menancap di ingatannya. So, ga ada ruginya kan Joki-Menjoki. Tapi ini sekedar share ya. Penulis tidak pernah menganjurkan atau bahkan menyuruh. hehe.

@El_Ghofiqi

Ujian Pondok 2013

Sudah menjadi hal yang wajar bagi santri dan siswa di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang menjalani ujian pondok ketika menjelang kelulusan. Namun tak sedikit dari para santri yang masih saja kebingungan dalam menghadapi ujian tersebut. Terutama bagi mereka yang terlalu asik menjalani kehidupan di pesantren dengan berleha-leha dan juga bagi mereka yang terlalu fokus di pelajaran sekolahnya. Oh ya, perlu di ketahui bahwa semua santri yang berada di pondok pesantren darul ulum diwajibkan untuk bersekolah di unit yang berada dalam naungan pondok. Begitu juga dengan siswa yang bersekolah di unit yang berada dalam naungan pondok. Meraka juga wajib untuk tinggal di pesantren jika mereka bukan berasal dari kawasan Jombang, terutama area Peterongan.

Yah, kembali ke ujian pondok. Beban yang cukup berat, di tanggung oleh sekolah kami, yaitu SMA Darul Ulum 2 karena setiap tahun santri dengan predikat nilai ujian pondok terbaik adalah dari sekolah kami. Ujian pondok tahun ini di selenggarakan mulai 3 hari yang lalu, yaitu tanggal 18 Februari 2013 hingga hari ini ( 20 Februari 2013 ) untuk praktiknya, dan 5 -7 Maret 2013 untuk ujian tulisnya. Yang diujikan dalam ujian praktik harusnya sudah menjadi makanan sehari-hari untuk ukuran santri, seperti baca kitab, baca Al-Quran, hafalan surat khos (Al Mulk, Al Waqiah, Ar Rohman, Yasiin), praktik ibadah (Sholat Jama' Qasar, Sholat Jenazah, Sholat Gerhana, Sholat Ied, Tata Cara Mengurus Jenazah), TID (Tahlil, Istighotsah, Doa sehari-hari),  dan hafalan Hadist. Namun beberapa faktor memang mempengaruhi ketidaklancaran dalam menjalani ujian praktik tersebut. Seperti karena kurang menghafal, kurang latihan, jarang ikut ngaji ketika ada pengajian, perbedaan pendapat antar para penguji atau bahkan belum pernah diajarkan sama sekali.

Sekedar share, dua hari terakhir, ujian pondok di kelasku begitu suram. Tau kenapa? salah satu penyebabnya karena *(katanya) ustadnya terlalu pelit memberi nilai. Dan ada beberapa materi yang sudah kami dapat, tapi kurang rinci. Sehingga nilainya pun juga ala kadarnya.  Lebih parah lagi kemarin, ketika praktik ibadah. Ada saat dimana ustad yang menguji kelas kami menganut pendapat yang berbeda dari apa yang kami terima dari sekolah.Jadi ya otomatis saja salah kaprah. dan yang lebih parah lagi, lebih dari separuh materi belum pernah sama sekali kami ketahui. Seperti contoh, cara memandikan jenazah, cara menguburkan jenazah, cara membopong jenazah, itu semua sama sekali belum pernah diajarkan. Hanya sedikit diberi teori. Jadi praktik pun hanya menjawab ala kadarnya. Masalah nilai? jangan tanya lagi. Suram.

Tapi saya yakin, semua itu pasti ada hikmahnya. Dan alhamdulillah, ujian praktikum hari terakhir berjalan cukup lancar.


@El_Ghofiqi

First Post

Hei guys, let me introduce my self. My name is Abdul Rohman Al Ghofiqi.You can call me Fiqi, Algho or else. as long as that not to make me shy. lol. well, I'm 18 years old. From Banyuwangi, East Java, Indonesia. Now I'm in Third Grade in SMA Darul Ulum 2 Jombang. I'm survive, so I'm "Survivor" *(this was the name of 17 generation which become my generation in SMA Darul Ulum 2 Jombang, The Green Generation. Never Get Over !! \m/ ). and this is the logo of our beloved generation.

well, that's all from me. you can ask everything to me via comment, twitter, facebook, or google+. wait for my next post. see ya. And don't forget to subscribe. :D

@El_Ghofiqi

Powered by Blogger.

Copyright © / D'c

Template by : Anonymous / powered by :blogger