Ujian Pondok 2013

Sudah menjadi hal yang wajar bagi santri dan siswa di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang menjalani ujian pondok ketika menjelang kelulusan. Namun tak sedikit dari para santri yang masih saja kebingungan dalam menghadapi ujian tersebut. Terutama bagi mereka yang terlalu asik menjalani kehidupan di pesantren dengan berleha-leha dan juga bagi mereka yang terlalu fokus di pelajaran sekolahnya. Oh ya, perlu di ketahui bahwa semua santri yang berada di pondok pesantren darul ulum diwajibkan untuk bersekolah di unit yang berada dalam naungan pondok. Begitu juga dengan siswa yang bersekolah di unit yang berada dalam naungan pondok. Meraka juga wajib untuk tinggal di pesantren jika mereka bukan berasal dari kawasan Jombang, terutama area Peterongan.

Yah, kembali ke ujian pondok. Beban yang cukup berat, di tanggung oleh sekolah kami, yaitu SMA Darul Ulum 2 karena setiap tahun santri dengan predikat nilai ujian pondok terbaik adalah dari sekolah kami. Ujian pondok tahun ini di selenggarakan mulai 3 hari yang lalu, yaitu tanggal 18 Februari 2013 hingga hari ini ( 20 Februari 2013 ) untuk praktiknya, dan 5 -7 Maret 2013 untuk ujian tulisnya. Yang diujikan dalam ujian praktik harusnya sudah menjadi makanan sehari-hari untuk ukuran santri, seperti baca kitab, baca Al-Quran, hafalan surat khos (Al Mulk, Al Waqiah, Ar Rohman, Yasiin), praktik ibadah (Sholat Jama' Qasar, Sholat Jenazah, Sholat Gerhana, Sholat Ied, Tata Cara Mengurus Jenazah), TID (Tahlil, Istighotsah, Doa sehari-hari),  dan hafalan Hadist. Namun beberapa faktor memang mempengaruhi ketidaklancaran dalam menjalani ujian praktik tersebut. Seperti karena kurang menghafal, kurang latihan, jarang ikut ngaji ketika ada pengajian, perbedaan pendapat antar para penguji atau bahkan belum pernah diajarkan sama sekali.

Sekedar share, dua hari terakhir, ujian pondok di kelasku begitu suram. Tau kenapa? salah satu penyebabnya karena *(katanya) ustadnya terlalu pelit memberi nilai. Dan ada beberapa materi yang sudah kami dapat, tapi kurang rinci. Sehingga nilainya pun juga ala kadarnya.  Lebih parah lagi kemarin, ketika praktik ibadah. Ada saat dimana ustad yang menguji kelas kami menganut pendapat yang berbeda dari apa yang kami terima dari sekolah.Jadi ya otomatis saja salah kaprah. dan yang lebih parah lagi, lebih dari separuh materi belum pernah sama sekali kami ketahui. Seperti contoh, cara memandikan jenazah, cara menguburkan jenazah, cara membopong jenazah, itu semua sama sekali belum pernah diajarkan. Hanya sedikit diberi teori. Jadi praktik pun hanya menjawab ala kadarnya. Masalah nilai? jangan tanya lagi. Suram.

Tapi saya yakin, semua itu pasti ada hikmahnya. Dan alhamdulillah, ujian praktikum hari terakhir berjalan cukup lancar.


@El_Ghofiqi

0 komentar:

Post a Comment

Say good thing or don't talk at all. *(by bukhori & muslim)

Powered by Blogger.

Copyright © / D'c

Template by : Anonymous / powered by :blogger